BATU BARA – sumutmerdeka. Id Polsek Talawi Polres Batu Bara bersama pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram dan Pemerintah Desa Sukajaya mengambil langkah serius dalam mencegah aksi tawuran yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Melalui rapat koordinasi yang digelar di Balai Desa Sukajaya, Selasa (8/9/2026), seluruh pihak terkait duduk bersama membahas langkah pencegahan serta penanganan terhadap persoalan tawuran yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Talawi AKP Arianto Sitorus, S.H. dan dihadiri unsur pemerintah desa, para kepala dusun, serta instansi terkait Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Dalam rapat tersebut, berbagai langkah strategis dibahas guna mencegah anak-anak dan remaja kembali terlibat dalam aksi tawuran. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya peran keluarga dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak.
Selain itu, turut dibahas evaluasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial apabila anak yang menjadi tanggung jawabnya terbukti terlibat dalam aksi tawuran. Evaluasi tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Kapolsek Talawi AKP Arianto Sitorus menegaskan bahwa persoalan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Menurutnya, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kepala dusun, sekolah, orang tua hingga masyarakat.
Ia juga mengimbau kepada kepala desa dan para kepala dusun agar lebih aktif memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Peran orang tua sangat penting. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus ke dalam pergaulan yang salah dan akhirnya terlibat tawuran maupun aktivitas negatif lainnya yang dapat mengganggu Kamtibmas,” ujar AKP Arianto Sitorus.
Tidak hanya melakukan koordinasi, Polsek Talawi juga mengambil langkah nyata dengan mendatangi langsung rumah anak-anak yang diketahui terlibat dalam aksi tawuran.
Melalui kegiatan door to door, personel Polsek Talawi memberikan edukasi serta menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada anak-anak dan keluarga mereka agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pendekatan secara langsung tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para anak dan remaja mengenai dampak buruk tawuran, baik terhadap keselamatan diri sendiri maupun masa depan mereka.
Kapolsek Talawi menegaskan, anak-anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian, pengawasan dan pembinaan dari seluruh pihak.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Karena itu, mari bersama-sama memberikan pengawasan, pembinaan dan lingkungan yang positif agar mereka tidak terjerumus dalam tawuran maupun perilaku negatif lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian akan terus melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif, namun dukungan dari keluarga dan masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya tawuran.
Kegiatan rapat koordinasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif.
Polsek Talawi berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah aksi tawuran anak dan remaja di wilayah hukum Polsek Talawi.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan anak-anak dan remaja di Kecamatan Tanjung Tiram, khususnya Desa Sukajaya, dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif serta terhindar dari tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.
