Subulussalam, Aceh | Sumutmerdeka.id – Gaya memimpin seorang kepala daerah memang beragam. Ada yang sekadar pencitraan, ada pula yang menonjol lewat aksi nyata. Walikota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), termasuk dalam kategori kedua. Meski masih berusia 9 bulan menjabat, ia sudah menunjukkan upaya intensif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan daerah.
HRB berhasil menjumpai dan langsung berkomunikasi sejumlah pejabat penting dari Jakarta untuk membahas persoalan divisit keuangan yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya.
“Angka divisit yang fantastis itu memang menjadi beban, tapi HRB terus berkoordinasi agar ada solusi,” ujar salah satu anggota tim.
Selain divisit, isu HGU (Hak Guna Usaha) dan plasma pertanian juga menjadi sorotan dengan perusahaan. HRB diklaim telah menginisiasi pertemuan lintas sektoral untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh kepala daerah sebelumnya.
Namun, usaha yang dibangun tersebut sempat terhijau oleh bencana alam. Pada awal bulan ini, banjir dan longsor melanda Subulussalam, merusak rumah, jembatan, serta areal pertanian yang siap panen.
Laporan awal walikota memperkirakan kerugian total mencapai Rp 2,3 triliun, termasuk kerusakan sarana prasarana sekolah dan fasilitas publik.
Kritik pun mengalir.mengatakan respons walikota masih terkesan mengada ngada terkait kerugian, sementara yang lain mengakui bahwa penanganan bencana bukan soal uang Pemko semata, melainkan koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Walikota HRB memang tidak mengandalkan uang daerah saja, ia terus berkomunikasi dengan Jakarta untuk mendapatkan bantuan,” kata seorang tokoh masyarakat yang meminta anonimitas.
Saat ini, tim BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum masih melakukan assessment kerusakan.
Walikota berjanji akan menyalurkan bantuan darurat dan mempercepat program rehabilitasi.
Kisah HRB menjadi contoh bahwa kepemimpinan yang efektif bukan hanya soal retorika, melainkan kemampuan membangun relasi dengan pusat, mengatasi warisan lama, dan tetap berdiri di tengah cobaan. Publik Subulussalam menantikan langkah selanjutnya.
Auditor : Ramona















