Medan, SumutMerdeka.id — Kota Medan kini kian mempertegas posisinya sebagai pusat pergerakan dan kekuatan bagi Komunitas Da’i Melayu Sumatera Utara (KOMDAM SUMUT). Tidak hanya berfokus pada syiar dakwah di atas panggung, mimbar, pengajian, maupun event akbar, komunitas ini terus bergerak progresif membangun sinergi dengan berbagai elemen demi mewujudkan cita-cita besar mereka, yaitu melahirkan kader yang berjiwa PNS atau “Pegawai Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam”.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui konsolidasi strategis yang gencar dilakukan oleh Ketua Umum KOMDAM Sumut, Ustadz Bukhari Al Hafidz, atau yang lebih akrab disapa dengan gelar Ust Gondrong. Setelah menjalin kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak di berbagai daerah, kali ini KOMDAM Sumut melakukan pertemuan khusus bersama Rektor Universitas Deztron Indonesia (UDI) guna membangun energi positif di lingkungan akademis.
Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang kerja Rektor UDI tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program dakwah KOMDAM Sumut, Rektor UDI langsung mengeluarkan kebijakan strategis untuk menyelenggarakan sejumlah agenda kolaboratif dalam waktu dekat.
Adapun program-program yang akan diinisiasi bersama antara lain Festival Da’i tingkat SMA/sederajat, Pelatihan Da’i Kampus Mencari Bakat, serta pengembangan sektor UMKM Da’i yang bertujuan kuat untuk menopang ketahanan ekonomi ummat dari lini hilir.
“Alhamdulillah, melalui pertemuan ini, pihak kampus menyambut baik. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor UDI atas kepercayaan yang diberikan kepada KOMDAM SUMUT untuk mencari sekaligus merekomendasikan kader-kader muda kami mendapatkan beasiswa KIP Kuliah,” ujar Ustadz Bukhari Al Hafidz.
Ustadz Bukhari menambahkan, program beasiswa ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh para kader di daerah. Sejumlah mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Batu Bara, Asahan, Tanjung Balai, hingga Langkat tercatat telah berhasil menerima beasiswa KIP untuk menempuh studi di Universitas Deztron Indonesia. Ia berharap program ini menjadi modal terbaik bagi masa depan mereka agar dapat memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar wadah berorganisasi, KOMDAM Sumut berkomitmen penuh untuk mengawal perjalanan akademik dan spiritual para mahasiswa di Sumatera Utara.
“Melalui KOMDAM SUMUT, kita berharap wadah ini dapat menjadi tempat adik-adik mahasiswa mengadu persoalan kuliahnya, sekaligus menjadi sarana untuk melatih diri serta mencari jati diri yang berakhlakul karimah,” pungkasnya.


















