Berita  

Aksi Demo PMII di Empat Titik. Pengadaian : Harus Kembalikan Emas Nasabah Diduga Bermasalah.

banner 120x600
Spread the love
OKP Dan PMII Cabang Bima Gelar Aksi Demontrasi Serentak di Pengadaian Menuntut Pengembalian Emas Milik Nasabah Yang Diduga Bermasalah. (Dok.Ist-SM)

BIMA | Sumutmerdeka.id – Gelombang protes mengguncang institusi Pegadaian. Empat organisasi kepemudaan (OKP), termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima, menggelar aksi demonstrasi serentak di sejumlah titik, menuntut pengembalian emas milik nasabah yang diduga bermasalah.

Aksi ini berlangsung di empat lokasi berbeda dengan melibatkan aliansi mahasiswa di tiap wilayah.

b-bara2

Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi, demonstrasi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Ambalawi dan dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap), Deden.

Kantor Pegadaian Cabang Bima yang digelar oleh PMII Cabang Bima dipimpin oleh Korlap Hariman.

Sementara di di tingkat provinsi, aksi berlangsung di Kantor Kanwil Pegadaian Provinsi NTB yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Mataram, dipimpin oleh Arif Albimawi sebagai Korlap.

Adapun di tingkat pusat, demonstrasi juga dilakukan di Kantor Direktur Utama PT Pegadaian di Jakarta oleh Persatuan Mahasiswa Bima Jakarta dan dipimpin oleh Kasnoval sebagai Korlap.

Khusus untuk demonstrasi di Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi sempat diwarnai pembakaran ban di depan kantor sebagai bentuk kekecewaan massa.

Namun dengan adanya pengaman dari aparat Polres Bima Kota, aksi demo itu tetap berlangsung kondusif.

Dalam aksi demo itu, para pendemo turut membacakan pernyataan sikapnya yang terdiri dari beberapa poin tuntutan.

Mereka mendesak PT Pegadaian segera mengembalikan emas seberat 478 gram milik nasabah yang diduga bermasalah.

Selain itu, mereka menuding adanya praktik gadai ilegal yang terjadi di wilayah Bima.

Tak hanya itu, massa juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan audit menyeluruh dan Komprehensif terhadap operasional Pegadaian di wilayah tersebut.

Mereka turut meminta pencopotan Kepala UPC Pegadaian Ambalawi serta Kepala Pegadaian Cabang Bima.

Desakan juga diarahkan kepada Polres Bima Kota agar segera memproses kasus ini secara hukum sebagaimana yang sudah dilaporkan.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan melakukan penyegelan total terhadap UPC Pegadaian Ambalawi,” tegas perwakilan massa dalam orasinya.

Dalam aksi di Ambalawi, massa diterima langsung oleh Kepala Pegadaian Cabang Bima yang baru, Taufik.

Dalam keterangannya, ia mengaku baru pertama kali bertugas di wilayah tersebut dan belum sepenuhnya memahami detail persoalan yang terjadi.

“Saya baru hari ini menginjakkan kaki di sini.

Terkait persoalan ini, sudah ditangani oleh bagian humas dan hukum. Kita tunggu saja proses yang berjalan, baik di kepolisian maupun di pengadilan,” ujar Taufik.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini tengah berlangsung proses audit internal terhadap pegawai di Pegadaian Ambalawi.

Menurutnya, seluruh pegawai bekerja berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Jika ada pelanggaran SOP, tentu akan ada tindakan sesuai aturan.

Saat ini proses audit masih berjalan dan kita tunggu hasilnya,” tambahnya.

Sementara itu, pihak demonstran menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

Bahkan, mereka berencana membawa persoalan ini ke DPRD dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi konkret.

Usai mendengarkan penjelasan dari pihak Pegadaian, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Namun, mereka memastikan aksi lanjutan akan tetap dilakukan jika tuntutan tidak segera dipenuhi. (C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *