BATU BARA| Sumutmerdeka.id – Upaya membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat nilai kemanusiaan terus digelorakan KPA Rumah Relawan. Memasuki tahun 2026, komunitas ini menggulirkan serangkaian program terpadu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Batu Bara. Tak sekadar agenda rutin, gerakan ini dirancang sebagai langkah berkelanjutan dengan target melahirkan desa percontohan dalam waktu satu tahun. Minggu 29 Maret 2026.

Di Desa Tali Air Permai, Kecamatan Nibung Hangus, aktivitas pengolahan sampah organik menjadi titik awal perubahan.
Masyarakat diajak mengolah limbah rumah tangga melalui komposting dan pembuatan eko enzim. Dic tengah persoalan sampah yang kian kompleks, langkah sederhana ini diharapkan mampu mengubah pola pikir warga—bahwa sampah bukan sekadar buangan, melainkan sumber daya yang bernilai.
Beranjak ke wilayah pesisir dan dataran rendah seperti Kecamatan Medang Deras, Tanjung Tiram, hingga Sei Balai, KPA Rumah Relawan mendorong pembangunan sumur biopori dan sumur resapan. Program ini bukan tanpa alasan.
Selain meningkatkan daya serap air tanah, inisiatif tersebut menjadi solusi preventif dalam menghadapi potensi banjir yang kerap mengancam.
Semangat kolaborasi juga akan terasa dalam Jambore Lingkungan Hidup yang direncanakan berlangsung di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka.
Kegiatan ini akan mempertemukan pelajar, relawan, dan masyarakat dalam satu ruang belajar yang interaktif—menggabungkan edukasi, aksi, dan kreativitas dalam menjaga lingkungan.
Di sisi lain, perhatian terhadap dampak industri turut menjadi fokus. Di Kecamatan Medang Deras, KPA Rumah Relawan akan melakukan kajian serta mendorong advokasi terkait pengelolaan limbah perusahaan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Gerakan penghijauan pun tak luput dari agenda. Bersama komunitas Batu Bara Bertanjak, penanaman pohon hortikultura akan digalakkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
Harapannya, masyarakat tidak hanya menanam pohon, tetapi juga memanen manfaatnya di masa depan.
Di sektor pendidikan, KPA Rumah Relawan menyasar sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Batu Bara.
Melalui seminar, sosialisasi, dan edukasi lingkungan, generasi muda diajak menjadi agen perubahan sejak dini.
Kesadaran yang ditanam hari ini diyakini akan menjadi fondasi penting bagi masa depan daerah.
Tak berhenti di situ, inovasi pengelolaan sampah plastik juga akan diperluas melalui pelatihan pembuatan eco brick dan eko polibag, termasuk di lingkungan perusahaan sawit.
Langkah ini menjadi bentuk nyata pengurangan limbah plastik sekaligus membuka peluang kreativitas masyarakat.
Aksi bersih lingkungan atau clean up akan digelar serentak di sekolah-sekolah, menciptakan ruang belajar yang lebih sehat dan nyaman.
Sementara itu, melalui program desa tangguh bencana, masyarakat akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat, memperkuat kesiapsiagaan di tingkat lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan ini terangkum dalam program pengabdian bertajuk “Pahlawan Lingkungan Hidup, Pendidikan, dan Kemanusiaan”.
Sebuah gerakan yang tidak hanya mengajak, tetapi juga menggerakkan.
Bagi KPA Rumah Relawan, perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Justru dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama, harapan itu tumbuh. Dari desa, untuk masa depan yang lebih hijau, cerdas, dan penuh kepedulian.
Auditor : MP















