JAKARTA | Sumutmerdeka.id – Demo besar-besaran di Indonesia beberapa hari lalu, yang dipicu oleh tewasnya pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, disorot oleh berbagai media asing diantaranya Reuters, BBC, dan Al Jazeera melaporkan bahwa demonstrasi ini bukan hanya tentang tragedi Affan, tetapi juga mencerminkan kekecewaan publik atas kondisi ekonomi dan politik. Sabtu 30 Agustus 2025.
Berikut beberapa poin penting terkait liputan media asing tentang demo tersebut.
Reuters menilai demonstrasi ini sebagai tantangan politik dan sosial pertama yang serius bagi Presiden Prabowo Subianto.
Laporan Reuters juga menyebutkan bahwa kerusuhan berdampak pada pasar keuangan, dengan rupiah melemah 0,9% terhadap dolar AS dan indeks saham jatuh 1,5%.
BBC menyoroti meluasnya kerusuhan setelah Affan tewas dalam aksi protes menolak tunjangan rumah DPR.
BBC juga melaporkan bahwa tujuh anggota Brimob ditahan karena melanggar kode etik dalam insiden tersebut.
Demonstran menuntut kenaikan upah, penurunan pajak, dan pemberantasan korupsi yang lebih kuat.
Al Jazeera menilai kerusuhan di Indonesia sebagai puncak kekecewaan terhadap situasi ekonomi dan politik.
Al Jazeera menyoroti laporan tentang tunjangan rumah anggota DPR yang nilainya hampir 10 kali lipat UMP Jakarta dan 20 kali lipat UMP di daerah miskin.
Demo yang berlangsung sejak Senin, 25 Agustus 2025, hingga Jumat, 29 Agustus 2025, malam, tidak hanya dipicu oleh tragedi Affan, tetapi juga mencerminkan kekecewaan publik atas kondisi ekonomi dan politik.
Aksi protes terjadi di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Gorontalo. (Red)













