Berita  

Turap Timbun Disperkim LH Batu Bara Rampung. Muncul Masalah : Pekerja Diduga Gunakan Air Laut Pasang.

banner 120x600
Spread the love

BATU BARA | Sumutmerdeka.id – Dinas Perkim LH Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan publik terkait proyek pembangunan turap timbun jalan di Jalan Pasar Lama Lingk III Kelurahan Labuhan Ruku Kec Talawi Batu Bara Sumatera Utara, muncul masalah baru. Jum’at 26 September 2025.

Pantauan di lokasi Proyek yang dilaksanakan oleh CV Elang Sumatera senilai Rp.139.209.263,30 dimulai pada tanggal 23 Juli 2025 dengan durasi pengerjaan 60 hari kalender, jalan tidak dapat dilewati dikarenakan tanah kuning, dan air tergenang dilokasi turap.

b-bara2

Masalah yang muncul pekerja diduga menggunakan air pasang laut untuk adukan semen, yang dapat merusak kekuatan bangunan karena kandungan garam yang tinggi.

Selain itu, tidak adanya pengawasan yang efektif dari Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) Dinas Perkim LH, sehingga proyek dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Beberapa jenis merk semen yang bervariasi digunakan dalam proyek ini, seperti Semen Portland Komposit, Semen Merah Putih, dan Semen Rajawali.

*Reaksi Masyarakat dan Pihak Terkait:*

Hal ini dikatakan warga setempat, IR pada hari Kamis tanggal 18 September 2025 kemarin, mengatakan rasa kekecewaan terhadap hasil pekerjaan tersebut, tidak dapat diakses didepan rumahnya.

“Ini bentuk rasa kekecewaan kami terhadap jalan yang baru saja selesai dikerjakan tapi tidak bisa kami lewati, dibanding jalan yang baru ini, lebih baik jalan yang lama, meski banjir tapi bisa kami lewati,” kata IR.

“Semalam ada yang datang, saya lihat ngukur pantang dan lebar. Ada juga yang menggunakan baju bertuliskan pengawas di punggung. Ditanya soal kapan menimbun pasir, sekelompok orang itu menjawab tidak anggaran tuk menimbun pasir,” kata IR.

Setelah kegiatan pembangunan turap timbun rampung, warga melakukan penanaman pohon pisang di badan jalan, untuk memberikan kode agar kenderaan tidak untuk dilewati.

Warga sekitar meminta Dinas Perkim LH melalui PPK untuk bekerja lebih baik dan melakukan pengawasan khusus.

Saat dikonfirmasi, Agus Andika dari Dinas Perkim LH tidak memberikan komentar banyak tentang dugaan penggunaan air pasang laut dan merk semen yang bervariasi.

Warga berharap, dengan proyek senilai ratusan juta rupiah Dinas Perkim LH melakukan perawatan agar warga dapat menggunakan akses jalan seperti yang dibicarakan pada awal pembangunan yang pekerjaan akan di timbun pasir, cetus Ir. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *