Berita  

PTPN IV TIU Diduga Caplok Lahan Warga.

banner 120x600
Spread the love

BATU BARA | Sumutmerdeka.id – Puluhan warga Dusun I Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memprotes  menyerobot lahan warga akibat adanya penggalian parit pembatas yang diduga di caplok oleh PTPN IV TIU. Kamis 04 September 2025.

Kepala Desa Empat Negeri, Kamaluddin disapa akrab Ute Kamel, membenarkan adanya protes dari warga Dusun I dan Kades menyatakan bahwa pihaknya telah mengundang Forkopimca Datuk Lima Puluh, BPN, dan PTPN IV TIU untuk mencari solusi, namun BPN dan PTPN IV TIU tidak hadir.

b-bara2

Penggalian parit sedalam 5 meter dilakukan tanpa sosialisasi dan diduga menyerobot lahan milik saudari Sri Indah sepanjang 3,4 meter. Warga lainnya juga demikian merasa dirugikan karena penggalian dilakukan persis di batas lahan mereka.

Camat Datuk Lima Puluh, Wahidin Kamal, menyatakan bahwa penggalian parit harus memperhatikan kenyamanan masyarakat dan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.

*Permasalahan Utama*

PTPN IV TIU melakukan penggalian parit tanpa memberitahu warga terlebih dahulu.

Bahkan penggalian dilakukan tepat dibatas lahan 3 warga. Bukan hanya itu, penggalian yang disebutkan warga dilakukan dengan menggunakan beko pada malam hari bahkan diduga kuat telah mencaplok lahan milik Sri Indah sepanjang 3,4 meter.

Berdasarkan peninjauan investigasi lapangan, pihak PTPN IV TIU telah menggali parit pembatas kedalaman 5 meter, ini sangat membahayakan keselamatan bagi anak-anak.

Sisi lain, Aceng (46) warga Desa Empat Negeri pemilik lahan yang merasa dirugikan akibat penggalian persis dibatas lahannya mengungkapkan kekecewaannya.

Pasalnya, pengerukan parit dinilai perusahaan BUMN tersebut berbuat semena-mena.

*Upaya Penyelesaian:*

Pihak kecamatan melakukan mediasi antara PTPN IV TIU dan warga untuk mencari solusi.

Selain Aceng, Sutrisno (45) dan Aidil Fitri (42) mereka juga menyatakan keberatan karena perkebunan menggali parit persis dibatas lahan mereka.

Menurut Kamaluddin disapa akrab Ute mengatakan, berdasarkan protes warga, pihaknya berupaya mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, namun pihak yang diundang tidak mengindahkan, tutup Ute Kades Empat Negeri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *