Berita  

Proyek Siluman Tanpa Plang di Sei Udang Menuai Sorotan Tajam.

banner 120x600
Spread the love
Sei Udang Desa Mesjid Lama Talawi

BATU BARA | Sumutmerdeka.id – Perbaikan ruas jalan di Dusun Sei Udang Desa Mesjid Lama Kec Talawi Kab Batu Bara Sumatera Utara menuai kritik tajam kepada Dinas yang merealisasikan anggaran dari ABPD Batu Bara. Jum’at (14/11/2025)

Sei Udang Desa Mesjid Lama.

Pantauan awak media dilokasi kegiatan ditemukan perbaikan jalan Sei Udang dipoles kedua, sebagai tanda pemborong membuat tumpukan kayu dititik yang dipoles

b-bara2

Selain itu, ketebalan jalan yang baru dikerjakan terdapat bervariasi sesuai gambar yang diambil dari lokasi kegiatan.

Menurut salah seorang warga Talawi menyebutkan pekerjaan inipun dilakukan pengecoran secara manual, langsung dituangkan material semen, pasir dan beberapa krikil kebadan pengecoran.

Hal ini sangat dikwatirkan soal kualitas pengerjaan yang baru saja dilaksanakan diduga tidak sesuai RAB dan tidak sesuai perencanaan yang matang.

Sumber lain mengatakan proyek ini sudah tentu menggunakan anggaran dari APBD Batu Bara di tahun anggaran 2025.

Samping itu, Perbaikan ruas jalan ini dikerjakan tanpa papan informasi kepada publik yang semestinya masyarakat dapat memantau hasil kegiatanya apalagi terkait volumenya, tutur warga.

Proyek yang dikerjakan tersebut tidak tercatat dengan nomor kontrak, kondisi ini menimbulkan kecurigaan, khususnya terhadap Satuan Kerja Dinas yang merealisasikan anggaran, sehingga pihak pelaksana dan konsultan pengawas sangat diuntungkan tidak adanya pemantau kegiatan yang dikerjakan di Sei Udang.

Warga menduga pekerjaan tanpa plang tidak optimal dalam mengawasi jalannya proyek, ada dugaan potensi permainan antara Dinas, konsultan pengawas dan pimpinan proyek (pimpro) yang mengakibatkan kualitas proyek ini tidak transparansi kepada publik.

Terpisah, ketika tim mencoba menghubungi salah seorang yang digadang-gadang inisial “K”, memiliki pekerjaan di sei udang tidak menanggapi hasil konfirmasi melalui WhatsAap contreng dua hitam.

Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya masalah dalam pelaksanaan proyek yang baru dikerjakan tidak sesuai perencanaan dan RAB.

Ini penting untuk memastikan bahwa proyek yang dibiayai oleh uang rakyat dapat berjalan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan.

Peningkatan ruas jalan ini seharusnya memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan aksesibilitas dan mempermudah mobilitas di wilayah tersebut. Namun, dengan adanya kegiatan ini dinilai pekerjaan tidak sesuai perencanaan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *