
BATU BARA | Sumutmerdeka.id- Polres Batu Bara melaksanakan giat Apel Gabungan Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 dalam rangka Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pada hari Jum’at 19 Desember 2025 pukul 16.00 Wib di Lapangan Apel Polres Batu Bara Jl. P. Kemerdekaan No.28 Lima Puluh Kota.
Bertindak sebagai Pimpinan Apel Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H Nainggolan, S.H., M.H.
Perwira Apel AKP Simon E. Simatupang, S.H.,M.H.
Komandan Apel IPDA Hari Permana, S.H.
Peserta yang hadir ; Wakapolres Batu Bara Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H – Bupati Batu Bara – Wakil Bupati Batu Bara – Jajaran Kabag Ops Polres Batu Bara – Jajaran Kasat dan Kasat Lantas Polres Batu Bara – Jajaran Kapolsek – Kasi Kum Polres Batu Bara AKP Agus Sucipto – Kasi Humas Polres Batu Bara AKP A. Fahmi, SH – Kasi Propam Polres Batu Bara IPTU ARIANTO SITORUS, S.H – Danramil 50 Kapten B. Karo Karo – Danramil 02/AP Kapten P. Pasaribu – Danramil 03/LP Kapten T.H Simanjuntak – Kadis Perhubungan Batu Bara Rubi Sari Siboro, ST – Danpol T. Tiram Heru – Mewakil Kajari M. Rizki – Jasa Raharja Yudi Afriandi, S.E – Sat Pol PP Arif Senjaya – Staf Kemenag dan Ormas PP dan IPK Batu Bara
Peserta Apel terdiri dari :
1. Personil Polres Batu Bara yang Tersprint
2. Personil Kodim 0208/AS
3. Personil Yon 126/KC
4. Personil Polisi Militer Asahan
5. Personil Sat Pol PP
6. Personil Dinas Kebakaran
7. Personil Perhubungan
8. PMI Kab. Batu Bara.
Rangkaian Apel Gabungan gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025:
- Peserta Apel Memasuki Lapangan Apel.
- Komandan Apel Memasuki Lapangan Apel.
- Laporan Perwira Apel Kepada Pimpinan Apel.
- Pimpinan Apel Memasuki Lapangan Apel.
- Penghormatan Pasukan.
- Laporan Komandan Apel Kepada Pimpinan Apel.
- Pemeriksaan Pasukan.
- Penyematan Pita Tanda Operasi.
- Amanat Pimpinan Apel.
Pimpinan Apel menyampaikan amanat dari Bapak Kapolri Sebagai Berikut :
Sebagaimana diketahui bersama, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Momentum Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, serta berkumpul dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah.
Sejalan dengan peningkatan mobilitas tersebut, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi, pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sebesar 7,97 persen atau 8,83 juta orang dibandingkantahun sebelumnya.
Disisi lain, berdasarkan informasi BMKG, terdapat 3 sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kondisi tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam.
Situasi ini tentunya menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahuntahun sebelumnya, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
II. Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, Polri dengan didukung stakeholder terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 20 Desember 2025 s.d. 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari
77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI dan 55.289 personel dari Instansi terkait lainnya.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi, telah dipersiapkan 2.903 posko, yang terdiri dari 1.807 Pos Pam, 763 Pos Yan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah guna melakukan pelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata maupun lokasi perayaan tahun baru.
Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat.
III. Dalam rangka pelayanan Nataru tahun ini, Polri bersama stakeholder terkait telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi permasalahan, baik di bidang Kamseltibcarlantas, maupun bidang lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas dan kelancaraan perayaan Nataru.
Pada sisi kamseltibcar lantas, Polri bersama dengan Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, serta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas hingga pengendalian arus lalu lintas penyeberangan laut.
Surat Keputusan Bersama tersebut harus dipedomani dan dilaksanakan secara konsisten di lapangan.
Secara khusus, pada titik-titik rawan kepadatan di jalur tol dan jalan arteri, pengaturan serta rekayasa lalu lintas harus dilakukan dengan tepat dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Guna mendukung upaya tersebut, teknologi seperti traffic counting dan sistem pemantauan lalu lintas harus dimanfaatkan dengan baik untuk memastikan pengendalian arus lalu lintas berjalan efektif.
Selanjutnya pada sisi Kamtibmas, untuk menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat, pastikan setiap lokasi ibadah sudah disterilisasi dan libatkan ormas-ormas keagamaan dalam kegiatan pelayanan sebagai wujud toleransi beragama.
Ancaman terorisme juga menjadi tantangan yang serius.
Untuk itu, kedepankan deteksi dini dan preventive strike untuk mencegah pelaku teror melancarkan aksinya, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah agar kita dapat memastikan tidak ada letupan sekecil apapun dalam pelaksanaan ibadah Natal ataupun malam pergantian tahun.
Berkaitan dengan kejahatan konvensional, lakukan pemetaan dan patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, utamanya pada jam dan lokasi rawan.
Selain itu, fasilitasi penitipan kendaraan masyarakat pada kantor-kantor kepolisian guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bepergian dalam waktu lama.
Samping itu, terkait potensi bencana alam, diperlukan kesiapsiagaan yang menyeluruh melalui penyiapan tim tanggap bencana serta sarana dan prasarana pendukung.
Lakukan antisipasi terhadap potensi longsor dan banjir, khususnya pada ruas-ruas jalan utama, jalur alternatif, dan akses menuju kawasan objek vital.
Pada jalur-jalur rawan tersebut, posko terpadu harus disiagakan dan dilengkapi perlengkapan SAR yang memadai gunatunta mendukung respons cepat dan darurpenanganan darurat pada saat yang sama, terus lakukan monitoring terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan serta BBM.
Pastikan harga, distribusi dan ketersediaannya terjaga secara stabil.
Dukungan respons cepat terhadap berbagai situasi dilapangan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan Nataru.
Dalam hal ini, layanan darurat
Kepolisian 110 diharapkan dapat menjadi sarana utama dalam menerima laporan serta permintaan bantuan masyarakat, untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tuntas.
IV. Tekankan kembali, bahwa keberhasilan
pelayanan Nataru merupakan tanggung jawab kita bersama.
Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas, karena hal tersebut merupakan kunci utama kesuksesan penyelenggaraan sebuah operasi.
Kepada seluruh personel, saya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan. Jadikan pelayanan Nataru sebagai sebuah kebanggaan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah.
Laporan Komandan Apel Kepada Pimpinan Apel.
- Penghormatan Pasukan.
- Pembacaan Do’a.
- Pimpinan Apel Meninggalkan Lapangan Apel.
- Laporan Perwira Apel Kepada Pimpinan Apel.
- Komandan Apel Membubarkan Peserta Apel.
Sekira pukul 17.00 Wib Pelaksanaan Apel Gabungan Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 selesai dilaksanakan, situasi dalam keadaan aman dan terkendali, tutup Kapolres Batu Bara. (Red)







