
Subulussalam | Sumutmerdeka.id – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Subulussalam menjadi sorotan tajam menjelang akhir tahun 2025. Sekretaris Relawan Prabowo (Repro) Aceh, Adi Subandi alias Bandi, mengungkapkan adanya indikasi ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Bandi, perbedaan kualitas dan penyajian MBG terlihat jelas Simpang Kiri, SD Negeri 4 Simpang Kiri.
“Menu, kualitas, hingga kelayakan makanan berbeda jauh. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah anggaran yang dialokasikan sama atau ada yang dipotong di tengah jalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sistem pembagian MBG dengan jatah dua minggu sekaligus yang, bila tidak dijalankan transparan, berpotensi menimbulkan penyimpangan anggaran terstruktur. “Jika kriteria dan standar makanan tidak konsisten, maka peluang mark‑up atau pengurangan porsi akan sangat besar,” imbuh Bandi.
Bandi menambahkan bahwa sejumlah sekolah diduga memanfaatkan libur sekolah untuk melaksanakan MBG secara asal‑asalan, membuka celah manipulasi data penerima dan potensi korupsi.
Oleh karena itu, ia meminta Kejaksaan Negeri Subulussalam serta aparat Tipikor untuk segera menyiapkan data penting dan melakukan penyelidikan dini.
“Pengawasan ketat sangat diperlukan agar program strategis pemerintah pusat tidak ternodai oleh praktik curang di daerah. MBG adalah program mulia; jangan rusak kepercayaan publik hanya karena ulah segelintir pihak,” pungkasnya.
Sorotan ini menjadi alarm peringatan bagi semua pihak agar transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan benar‑benar diterapkan dalam pelaksanaan MBG di Kota Subulussalam.sampai berita ini kami sajikan pihak pengelola MBG belum bisa kami hubungi.
Auditor : Ramona















