Batu Bara | Sumutmerdeka.id – Sebuah kapal motor nelayan jenis pukat teri bernama KM Nuansa Surya dilaporkan karam di perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, pada Rabu (21/01/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan satu orang Anak Buah Kapal (ABK), Ruslan (50 tahun), meninggal dunia akibat dampak cuaca ekstrem.
Diketahui, kapal yang memiliki panjang sekitar 15 meter dan lebar 5 meter itu sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan membawa 38 ABK. Tiba-tiba, angin kencang dan ombak besar menghantam bagian belakang kapal hingga menyebabkan papan kapal pecah dan air masuk ke dalam badan kapal.
Seluruh ABK segera berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Namun, korban Ruslan alias Ilan (warga Dusun I Desa Pahang, Kecamatan Talawi) tidak mampu berenang dan terhanyut oleh gelombang. Seorang saksi bernama Yusri berhasil merangkulnya dan membawa ke tepi Pulau Salah Nama, namun kondisi korban sudah dalam keadaan kritis.
Meskipun telah diberikan pertolongan pertama berupa bantuan napas, korban tidak dapat diselamatkan karena telah menelan banyak air dan mengeluarkan darah dari mulut. Ia dinyatakan meninggal dunia langsung di lokasi kejadian.
Kapal nelayan lain yang mendapatkan informasi melalui alat komunikasi segera menuju lokasi untuk mengevakuasi seluruh ABK yang terombang-ambing di tengah laut. Pada pukul 22.00 WIB, seluruh ABK beserta jenazah korban berhasil tiba di Pelabuhan Ujung Bom Tanjung Tiram.
Pemilik kapal adalah Tina alias Asiang, dengan nahkoda Mael. Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp 400 juta.
Kapolsek Labuhan Ruku, Kompol Cecep Suhendra, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan penyebab karamnya kapal adalah cuaca ekstrem.
“Dari fakta-fakta di lapangan, kejadian ini disebabkan oleh cuaca buruk. Keluarga korban juga telah memahami dan tidak keberatan dengan kondisi tersebut,” jelasnya.
Jenazah korban telah dimakamkan di TPU Simpang Empat Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, pada pukul 11.00 WIB hari ini (22/01). Sementara itu, Polsek Labuhan Ruku terus melakukan penyelidikan dan telah mengunjungi rumah duka keluarga korban.
Pihak kepolisian juga mengimbau para nelayan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan cenderung ekstrem. (Red)











