
Subulussalam Aceh – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga gas LPG berwarna melon kembali menjadi sorotan di Kota Subulussalam. Sejumlah warga melaporkan bahwa LPG dengan berat 3 kg kini dijual dengan harga Rp 40.000–Rp 50.000 per tabung, jauh di atas Harga Eter (HET) resmi yang ditetapkan sebesar Rp 20.500.
Salah satu ibu rumah tangga, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya setelah menunggu selama beberapa menit di pangkalan gas. “Saya baru saja selesai bongkar gas, dan dalam hitungan menit sudah habis. Padahal harga yang diminta dua kali lipat dari HET,” ujarnya.
Warga lainnya menambahkan bahwa meskipun stok di pangkalan tampak habis, terdapat penjual keliling yang menawarkan gas dengan harga serupa di sekitar lokasi. Hal ini menimbulkan dugaan adanya koordinasi antara pangkalan, tengkulak, dan pengecer untuk menjual LPG di atas HET.
Masyarakat meminta pemerintah daerah serta Badan Pengawas Perdagangan dan Harga (BP2HP) untuk menindak pangkalan yang dianggap “nakal” dan memastikan distribusi LPG berjalan sesuai regulasi. Mereka berharap agar harga LPG kembali stabil dan tidak memberatkan warga berpendapatan rendah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Subulussalam belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi lebih lanjut.
Audithor : Ramona Subulussalam.















